KIAMAT SUDAH DEKAT
By Nico Surya
Judul sinetron garapan Dedi Mizwar ini pernah popular sekali selang beberapa waktu lalu. Begitu populernya sampai-sampai keluarga President RI Susilo Bambang Yodhoyono pun menggemarinya. Bahkan dalam berbagai kesempatan Dedi sering diperlakukan dengan sangat hormat oleh masyarakat yang ia temui hanya karena perannya sebagai kiyai disinetron itu. Meskipun judulnya terkesan cukup bombastis namun sebenarnya sinetron itu tidak lah setragis dan sedramatis yang dibayangkan. Seperti kebanyakan karya Dedi Mizwar lainnya sinetron ini lebih merupakan sebuah sinetron drama komedi yang mengangkat potret kehidupan social masyarakat kita.
Mungkin sudah agak basi membahas sinetron itu setelah sekian tahun berlalu. Tapi judulnya masih relevan untuk kita renungkan. Kiamat Sudah Dekat. Kebanyakkan umat manusia yang memiliki agama dan keyakinan akan Tuhan mempercayai adanya hari terakhir atau kiamat. Bahkan dalam agama-agama yang memiliki pengikut terbesar didunia seperti Kristen, Islam dan Yahudi diajarkan tentang tanda-tanda alam menjelang datangnya kiamat. Diantaranya semakin sulit membedakan antara pria dan wanita karena mereka terlihat sama saja. Emansipasi salah-kaprah, keseteraan gender salah-kaprah, hak asasi manusia salah-kaprah. Tanda lainnya semakin panasnya dunia hingga matahari terasa seakan-akan sejengkal diatas kepala kita. Global Warming, Menipisnya lapisan ozon, perubahan iklim. Munculnya Lucifer atau Dajjal, makhluk turunan iblis dan manusia bermata satu yang memiliki kemampuan tipu daya luar biasa. Makhluk itu barangkali belum muncul tapi pahamnya sudah sngat terasa dalam kehidupan kita. Lahir dan berkembangnya neo jahiliyah yang menyebabkan nilai-nilai menjadi tergeser oleh banyak alasan Bahwa sesuatu yang baik terlihat buruk. Orang rajin ke Mesjid jadi aneh, orang pakai sorban atau jilbab dianggap asing, orang poligami jadi salah sementara selingkuh malah jadi budaya, zina dan maksiat jadi sesuatu yang biasa. Pornografi, pornoaksi dan pornografitti malah disukai karena alasan hak asasi dan kebebasan berekspresi. Bukankah Kiamat Sudah Dekat?
Merenung sendiri dipenghujung hari menyaksikan alam bersuka ria membuat hatiku semakin risau saja. Setelah kemarin panas terik membakar kulit lalu hujan turun rintik-rintik sesaat tenang tiba-tiba angin bertiup kencang bukan kepalang untuk kemudian kembali panas, hujan, …. Hh, benarkah kiamat sudah dekat? Musibah yang hilir-mudik membawa ketakutan, kecemasan dan perasaan yang sangat tidak nyaman. Disana banjir, disini kemarau, disana lumpur, disini gempa, disana air laut pasang, jangan-jangan tsunami pula? Lalu apa lagi urgensinya konferensi tingkat tinggi PBB tentang perubahan iklim yang berlangsung di Bali? Jika negara-negara didunia ini masih sibuk mementingkan diri mereka sendiri. Jika unsure bisnis masih saja dianggap jauh lebih penting dari keselamatan lingkungan ini. Jika hal-hal tentang keselamatan dunia hanya jadi tanggung-jawab negara-negara kecil sementara para raksasa itu lebih suka berpesta dengan ambisi-ambisi mereka jadi Tuhan kecil yang bisa mengatur dunia seperti yang mereka suka sepanjang hari bersorak tentang hak asasi manusia, tentang terorisme, tentang demokrasi, tentang prularisme, tentang sekularisme …. Negeriku, paru-paru dunia yang lupa diri, hutannya habis untuk bisnis, malingnya kabur entah kemana sementara pemerintahnya seperti orang sekarat digerogoti korupsi, keserakahan dan kemunafikan yang semakin kronis dari hari kehari ….. Apakah kita sedang menunggu kiamat yang semakin dekat saat dunia hancur oleh bencana akibat ulah kita sendiri? Naudzubillah Min Zalik!
Padang, 15 Januari 2008
LOVE IS BLIND ...
-
*SEPENGGAL KISAH TENTANG CINTA*
Baiklah, sekarang aku akan bercerita tentang cinta. Sebenarnya cinta
sama-sekali bukan topik kesukaanku tapi kenyataan...
17 tahun yang lalu
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar